Showing posts with label hardware. Show all posts
Showing posts with label hardware. Show all posts

Modifikasi Kabel AV Sega Mega Drive

Monday, 3 October 2016

Kali ini saya coba menulis mengenai modifikasi kabel AV dari Sega Mega Drive, dikarenakan ketika bongkar-bongkar di gudang, saya menemukan konsol lama, yaitu Sega Mega Drive tetapi kabel AVnya menghilang entah kemana, dan karena harga kabel AV nya yang mahal (sekitar Rp. 80.000 an paling murah yang saya temukan) dan jarang di pasaran, oleh karena itu saya mencari informasi di internet mengenai kabel AV DIY dan banyak sekali memberikan tutorial nya, ada yang menggunakan paperclip yang dililitkan ke kabel RCA dan ditusuk ke lubang A/V OUTnya dan ada juga yang melakukan modifikasi solder ke mainboard Sega MDnya dan dikeluarkan ke jack RCA biasa(Merah, Hitam, Kuning). Saya akan membagikan pengalaman saya dengan cara yang kedua, yaitu modifikasi solder ke mainboardnya. Beberapa hal yang harus dipersiapkan :
1. Solder
2. Timah solder
3. Kabel secukupnya
4. Jack konektor RCA (Merah, Hitam, Kuning)

Untuk cara membongkar Sega Mega Drive ini cukup mudah (membongkar 6 baut di bawah, lalu lepaskan bagian atas Sega MD, kemudian lepas lampu LED, lalu bongkar 2 baut disisi kanan kiri slot cartridge nya, lepas deh mainboardnya) dan dapat anda sekalian cari sendiri di google.(mungkin di lain kesempatan saya akan memberikan tutorial untuk membongkar Sega MD di blog saya ini :D)


Bagian Bawah Mainboard Sega Mega Drive :



Seperti pada gambar, yang akan kita kerjakan adalah 2 bagian, yaitu 1. bagian konektor audio, dan 2. bagian konektor video

1. Bagian konektor Audio



Seperti tertera diatas, titik untuk menyolder audio kanal kanan, kiri dan ground nya, untuk ground sebenarnya terdapat banyak titik yang bisa kita pakai, dan saya sendiri lebih menyarankan untuk mengambil titik ground pada konektor A/V OUT nya, karena titik solder nya lebih besar daripada titik solder ground di gambar atas ini.



Pada gambar diatas saya telah menyolder kabel untuk bakal audio kanan kiri nya (kabel oranye audio kanan, kabel putih oranye audio kiri) *saya menggunakan kabel LAN sebagai kabel untuk jumpernya.

3. Bagian Konektor Video



Diatas adalah titik solder untuk video dan video ground nya, dan pada tutorial ini saya akan menggunakan titik solder video ground sebagai ground untuk semua jack RCA yang akan kita pasang (Merah, Hitam, Kuning)



Kabel coklat adalah video, putih coklat adalah ground


Langkah selanjutnya adalah menyolder semua kabel tersebut ke jack RCA yang bersangkutan, yaitu :

1. Kabel coklat ke pin tengah jack RCA Kuning, kabel putih coklat ke pin samping/ground jack RCA kuning.

2. Buat kabel jumper untuk menyambungkan ground pada jack RCA berikutnya (Merah dan Hitam), berarti kita akan membutuhkan 2 kabel jumper, 1 untuk menyambungkan ground RCA Kuning & Merah, dan 1 untuk ground RCA Merah & Hitam.

3. Kabel oranye ke pin tengah jack RCA Merah.

4. Kabel putih oranye ke pin tengah jack RCA Hitam.


Berikut gambar jack RCa yang telah selesaikan

*mohon maaf blom saya poto, nanti malam gambar menyusul.


Dan demikianlah pengalaman saya dalam membuat kabel AV DIY untuk Sega Mega Drive, sampai berjumpa pada lain kesempatan.

PCCooler K120e

Tuesday, 15 April 2014

*maaf gambar box saya comot dari google


Kali ini saya akan melakukan review singkat untuk Heatsink VGA PCCooler K120e. Pada sehari-hari saya menggunakan vga Sparkle GTX 275 untuk gaming maupun untuk mining dogecoin, vga ini berjalan pada clock 666MHz (dari standar 633MHz) dan memori saya menjadi 1269MHz (dari standar 1129MHz) dengan suhu yang panas sekali, yaitu 91 derajat celcius untuk full load, kurang beberapa derajat lagi sudah bisa dipakai untuk menggoreng telur ceplok :D dan fan speed nya saya setel berbanding sama dengan suhu, jadi untuk fan speed 91% ini bunyi nya hampir sama dengan pesawat terbang yang mau lepas landas, sangat bising sekali. Untuk konfigurasi ini pada saat mining bisa mencapai 50-60 KHash/s stabil.


sudah saya coba mengganti pasta pada gpu, menambahkan thermal pad, sampai melakukan modifikasi pada heatsink standar nya dengan menempelkan 2 fan prosesor amd athlon yang notabene kencang pun masih belum bisa menurunkan demam tinggi dari vga ini.

akhirnya saya mencari pengganti untuk heatsink standar nya, ada beberapa pilihan, yaitu Prolimatech MK-13, Thermalright HR-03, dan PCCooler K120e, setelah mencari-cari review di google saya pun memilih PCCooler K120e yang lebih ekonomis harganya dan menurut review performa nya sangat bagus untuk mendinginkan vga yang demam tinggi.

Spesifikasi PCCooler K120e :
- 120mm 4Pin PWM fan
- With Blue LED
- 6×6mm Heatpipes
- Copper Base
- Included A2 Thermal Grease
*untuk spesifikasi lengkapnya bisa klik link ini



Tampak Depan


 Tampak Belakang


Nickel Plated Base


GTX 275 yang akan di pasang heatsink PCCooler K120e


GTX 275 yang sudah dipasangi ramsink, dengan heatsink standar, PCCooler K120e, dan thermal paste A2


PCCooler K120e terpasang pada GTX 275


Sedang bekerja didalam casing


Perlu diperhatikan bahwa PCCooler K120e ini apabila dipasang akan memakan 4 slot pci, dan akan menambah tinggi sekitar 3cm dari vga, jadi apabila casing anda mentok, lebih baik tutup samping tidak usah dipasang dan membersihkan slot-slot pci di samping vga. Berikut adalah suhu pada GTX 275 sesudah terpasang PCCooler K120e dengan tambahan sedikit overclock pada core nya menjadi 742MHz dan memori clock 1290MHz suhu nya menjadi hanya 65 derajat celcius pada full load dan fan speed saya setel ke 50% yang hampir tidak terdengar (masih lebih sunyi daripada fan outtake PC yang jalan full 2000RPM) Untuk konfigurasi overclock ini pada saat mining bisa mencapai 60-80 KHash/s stabil.



Kesimpulan
PCCooler K120e ini telah sukses dalam meredam suhu tinggi dari GTX 275 dari 91 derajat menjadi 65 derajat celcius dengan harga yang ekonomis (menurut saya) yang hanya sekitar 375rb an dibandingkan dengan merk lain yang harganya sudah di atas 500rb, hanya saja kekurangannya adalah memakan slot pci yang sangat banyak hingga 4 slot, jadi apabila hendak memasang vga tambahan untuk SLI / Crossfire akan susah dengan konfigurasi ini (bisa di akali dengan pci riser, tapi harus mempunyai casing minimum full tower / dengan mengganti fan bawaan K120e menjadi slim fan yang dapat dibeli terpisah)

NB : mohon maaf apabila gambar nya jelek, ane blm punya kamera digital :D
kalo juragan mau nyumbang ke saya bisa ke sini :D
(kali aja ada yang mau nyumbang karena merasa terbantu dengan postingan saya. hehehe..)
dogecoin : DUEco6D3vSxUWgCGiseeB6GQfNDvbdjwhM
litecoin : LYuN5QFZhcz3AjUAF8gVQ29wkPNvggTqAP

A New Home

Thursday, 6 September 2012

Sebuah Rumah Baru

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan hibahan sebuah casing komputer dari teman saya. Casing ini bermerk cooler master centurion 534, sebuah merk casing yang memang terkenal dalam hal dingin mendinginkan komponen pc. Casing ini mempunyai 5 slot untuk drive 5.25", 2 slot floppy, dan 3 slot HDD 3.5". Pada awalnya saya sempat ragu, apakah casing ini mampu menampung VGA card sekelas GTX275, karena dimensi casing ini hanya berukuran mid-tower. Ternyata setelah proses pasang memasang, pass sekali dan mepet sekali casing nya. Berikut adalah gambar GTX275 yang terpasang di dalam Centurion 534

Overall Look :

 GTX275 yang kepentok slot floppy


 3 Slot HDD bay :

akhirnya setelah terpasang semua, Centurion 534 ini terlihat kokoh ( kecuali untuk 2 lobang slot 5.25", karena belum terisi drive apa-apa :D)


Cooler Master Centurion 534 in action :


Sparkle GTX 275

Monday, 21 May 2012


Sparkle GTX 275 length size comparison with HIS Excalibur 9800pro and HIS IceQ X1600Pro :





The monster on the rig, massive card it is GTX 275 :-bd


more review later on. stay tuned guys ;)
.
.
.
to be continued




Cheap Cabling Mods

Friday, 11 May 2012

Cable management before cutting the airflow fins behind the PSU :

 


Cutting the fins to get the cable routed behind motherboard plate for better cable management :



after the mods (still have mods to do for hiding pata ribbon cable, and 2 x 4-pin mobo cable, other inscripted on the picture):

D 940 + stock cooling overclocked

Sunday, 6 May 2012



Intel Pentium D 940
Windows 7 32-bit (Build 7600)
CPU Arch : 1 CPU - 2 Cores - 2 Threads
CPU PSN : Intel Pentium D CPU 3.20GHz
CPU EXT : MMX, SSE (1, 2, 3), EM64T, VT-x
CPUID : F.6.2 / Extended : F.6
CPU Cache : L1 : 2 x 12 / 2 x 16 KB - L2 : 2 x 2048 KB
Core : Presler (65 nm) / Stepping : B1
Freq : 3880.99 MHz (242.56 * 16)
MB Brand : Foxconn
MB Model : P35A01
NB : Intel P35/G33/G31 rev A2
SB : Intel 82801IB (ICH9) rev 02
GPU Type : Radeon X1600/X1650 Series
DirectX Version : 11.0
RAM : 4096 MB DDR2 Dual Channel
RAM Speed : 404.3 MHz (3:5) @ 5-5-5-15
Slot 1 : 1024MB (5300)
Slot 1 Manufacturer : Corsair
Slot 2 : 1024MB (5300)
Slot 2 Manufacturer : Corsair
Slot 3 : 1024MB (5300)
Slot 3 Manufacturer : Corsair
Slot 4 : 1024MB (5300)
Slot 4 Manufacturer : Corsair

FSP Saga II 500W

Wednesday, 2 May 2012

Untuk mempersiapkan VGA Sparkle GeForce GTX 275 896MB yang akan datang ke rumah saya, rig di rumah saya yang masi menggunakan PSU standar harus di ganti PSU yang lebih kuat watt nya. Karena GTX 275 membutuhkan PSU Pure minimum 500 Watt dan connector power 6-pin 2 biji, sedangkan PSU di rig yang lama adalah 300 Watt (itu pun tidak pure, karena hanyalah PSU oem bawaan casing Simbadut) dan tidak adanya konektor power 6-pin. akhirnya setelah browsing-browsing dan mencari informasi di dunia maya. jatuhlah pilihan saya pada PSU yang lumayan terjangkau dan mempunyai review yang cukup bagus (meskipun kadang simpang siur review nya di dunia maya) yaitu FSP Saga II 500W.

Saya membeli PSU ini bekas, tapi dengan kondisi yang sangat bagus, bisa dikatakan hampir seperti baru. Sebenarnya saya juga agak ragu ketika membeli FSP Saga ini, karena review di dunia maya yang simpang siur, ada yang me-review PSU ini kurang baik, ada juga yang review, ini PSU best value for money, atau istilah keren nya best bang for buck. Dan di website resminya pun sudah tidak ada produk FSP Saga II ini, yang ada hanyalah FSP Saga+ yang notabene merupakan produk FSP Saga pertama, karena memang FSP Saga II ini sudah discontinued dan digantikan oleh FSP Hexa yang lebih baru fitur nya. dalam review review pun tidak disebutkan dengan jelas, berapa jumlah konektor kabel nya dan berapa jumlah konektor power VGA yang ada di PSU ini. 

PSU ini mempunyai Peak Power 550W , single 12cm fan, dual rail, sayangnya range voltasenya tidak support di 110V, hanya 200 - 230V. 

Berikut galleri foto FSP Saga II 500W sebelum masuk di rig saya :D